In his brain and her brain.. *6

Nafkah. Itulah yang ada dalam benak para ikhwan. Kasih sayang, itu yang ada dalam benak akhwat.

Pernikahan disetujui sebagai sebuah wadah untuk penyatuan dua insan, agar bisa halal saling berkasih sayang dan saling melindungi.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Ar-Ruum: 21

Dan diantara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untuk mu dari jenis mu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir“.

Kebayang jika pasangan kita bukan dari yang sejenis kita ya?!hehehe.. Ama yang sejenis aja susah di mengerti, apa lagi yang beda jenis.. misal jenis mamalia dengan jenis reptil, kan hebot tuch! ^_^

Kita yang disebut manusia memiliki dua Gender, Laki-laki dan perempuan. Dan dari dua gender ini, mereka masing2 memiliki isi kepala yang berbeda, bahkan bisa bertolak belakang..

Temen bilang..

Buat laki-laki, sex itu bukti kasih sayang.. tapi buat perempuan, sex itu hanya bagian kecil dari kasih sayang..”

Dari sana, gak heran jika laki-laki cenderung menunjukan keakraban fisik, karena buat mereka cara itulah terjitu untuk menunjukan cinta, bukan semata karena Omesh ya,,^_^ tapi itulah mereka.. bukti cinta adalah sentuhan fisik..

Lain halnya dengan wanita, kasih sayang adalah perwujudan dari perasaan yang ditunjukan dengan kelembutan, kemesraan*yang tidak selalu berujung pada sex! Makanya juga gak heran, kadang perempuan sering merasa di lecehkan sama laki-laki..

Cara pandang yang berbeda inilah yang kadang bisa bikin otak kita harus terus berputar ketika berhadapan dengan “si cinta”.. ^_^

Surat Al-A’raf: 26..

Wahai anak cucu adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi aurat mu dan untuk perhiasan bagi mu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat“.

Dalam wilayah yang lebih general, bahwasanya pernikahan itu wadah bagi dua orang yang memiliki fungsi saling “menutupi”..melengkapi..saling melindungi*baik secara fisik maupun psikis.. Hanya saja makna perlindungan buat dua manusia ini*Suami dan istri, ternyata berbeda konsep..

Perlindungan buat laki2 adalah, ketika pulang kerumah ada yang menyambut, yang di balut dengan ketenangan, juga merasa di harapkan. Melindungi ego untuk diakui, dibutuhkan. Pernikahan sebagai Ajang pembuktian bahwa dia mampu mengarungi dimensi hubungan yang baru. Sisi feminim akhwat, membuat ikhwan mampu menunjukan dan menjaga kesempurnaan sisi maskulinnya!

Sedangkan perempuan menganggap perlindungan disini adalah rasa aman baik dari bahaya fisik maupun psikis. Adanya seorang imam yang mampu diandalkan, seorang suami yang siap sedia, itulah diantara kriteria perlindungan yang diinginkan oleh akhwat. Pernikahan sebagai kerajaan baginya, dimana disana ada sang raja yang dengan sisi maskulinnya mampu melindungi keutuhan sisi feminim si akhwat.

Berbedakan?.. lagi dan lagi kita dituntut untuk selalu “melongok” ke dunia pasangan agar bisa mengetahui apa makna dibalik semua ucapan dan perbuatannya!

Dalam mengatasi hal ini, kawan lain mengatakan bahwa..”Jangan mencari kecocokan, tapi mencocokan diri..”

^_^ Jadi..

Tujuan kita sama, kenapa kita tidak saling bahu membahu untuk menaklukan rintangan dijalan untuk tujuan sama itu! Lets save the last dance for me, bibeh!

Allahu ‘Alam.. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s