Surat 9..

Kepada:

Pengumpul senja RiyoQi Hino..

Persis seperti setiap sore jika tidak ada aktivitas keluar.. duduk di lantai 4, tempat jemuran. Menunggu angin, merasakannya. Dan menerawang bahwa engkau sedangbergerak dengan kegiatan mu

Maaf.. tadi sore Aku tidak bisa menemani mu. Aku tidak terbiasa menolak permintaan. Tapi kali ini, Aku pikir bahwa ini yang terbaik. Jika kita bertemu di palasari pun entah akan seperti apa kita berbuat.

Semua ini adalah kebaikan Allah untuk menjaga hati kita. Memang kita merangkum kedekatan sebagai sahabat.. tapi raga kita bukanlah yang lazim untuk bersahabat. Dan yakin bahwa engkau pun mungkin akan mengacuhkan ku saat di palasari.. lalu aku harus bagaimana?! J alasannya karena hujan dan macet, tapi sebenarnya ini adalah kasih sayang Allah untuk menempatkan kita pada kondisi terbaik..

Meskipun jujur.. Aku ingin berbagi waktu dengan mu. Menemani mu. Hanya bahwa Aku merasa kasihan dengan diri Aku sendiri dan tentu dengan mu. Karena kita akan saling merasa canggung.

…………………………………………………………

**Kemaren siang, Aku seneng dapet kabar Qi gak jadi ke Surabaya..

Kemaren Aku kegiatan menulis sampai dzuhur. Pesertanya bertambah.. dan kelas sangat ramai.. pengajarnya ganti. Yang sekarang lebih gila dan seru..😀

Sangat menyenangkan bisa diajar oleh dia. Konyol. Dan nyeleneh. Bahkan terlalu aneh mungkin. Tapi Aku suka..

Selesai pelatihan, sudah bikin janji dengan dokter Aku buat terapi.. dan itu berlangsung hampir 2 jam..

Kata dokter Aku, sekarang Aku banyak kemajuan.. sudah mulai tenang.. dan terarah.. J jangan kan dia, Aku juga seneng..tapi masalah Aku dah mulai tenang… Aku gak bisa ngejamin 100% kalo Aku bisa seperti itu..

Setelah itu,aku rencananya mau pulang karena teh Irna ngesms mau ada acara rapat untuk acara sanlat DM.. tapi hujan.. L akhirnya nunggu sampe ashar.. selesai ashar ternyata hujan masih deres ja! Terpaksa dech ujan-ujanan,, basah kuyup!

Dan hasilnya, semaleman kepala berat, pening..

Dan paginya muntah-muntah tuch..

……………………………………………………………………………….

Qiiii… apa sich yang kamu pikirkan tentang asrama?!

Kenapa ya,Aku merasa bahwa asrama itu jarang sekali di singgung untuk apa pun. Maaf, Aku merasa bahwa yang ada di program  itu hanya asrama ikhwan dan asrama UA aja..

 

Aku pikir bagi anak-anak DI, itu bisa jadi masalah. Kurangnya motivasi dan merasa di akui, bagi anak-anak yang sedang masa perkembangan itu akan membuat mereka menjadi kurang merasa berkewajiban dengan hal-hal yang dharuskan dalam sebuah lembaga.

Aku inginnya ada balancing antara DI dan UA..

Hampir semua kegiatan diadakan di UA.. dan ustadz pun sering berkunjung kesana.. lalu DI?! Seperti ada dan tiada.. emang ada sich DI, tapi kaya gak ada eksistensinya. Padahal jika saja mau mengenal DI dengan lebih baik.. DI itu luar biasa..

Biar saja Aku bicara seperti itu.. toh Aku anak DI, dan Aku merasakan apa yang teman-teman lain rasakan. Mungkin sesekali kunjungan dari manajemen dan kepedulian mereka dengan selalu “mengadakan” DI.. itu bisa membuat anak-anak DI lebih bersemangat.

Meski, sekarang tanpa itu semua pun.. anak-anak DI bisa mulai menggeliat bangkit. Bayangkan jika mereka merasa termotivasi dan di akui.. bisa menjaid kumpulan yang mengagumkan Aku pikir.

Ayoolah Qii.. Aku merasa ada yang salah dengan hal ini. Aku memang tidak tau pasti apa yang ada dibenak para manajemen… dan inilah apa yang ada dalam benak Aku.. Aku ingin DI diperlakukan sama dengan UA..

Tidak banyak.. dan tidak harus berlebihan.. cukup perlakukan kami sama. Meski kami memiliki keterbatasan.. tapi kami juga memiliki kelebihan.

Seriusnya.. Aku sangat kesal.. dan Aku nangis.

Kenapa DI jarang sekali di sebut-sebut dalam kebaikan.. tapi selalu diungkit-ungkit jika itu keburukan. Aku hanya ingin bahwa semua seimbang..

…………………………………………………………………………

Libur..

Aku senang..

Sayang, kita tidak bisa menikmati kopi untuk perpisahan sementara.. tentu karena kopi kita belum halal..😀

………………

Qiii…

Otak Aku sedang tidak mood untuk berpikir bahkan untuk menulis. Sejak tadi materi.. Aku hanya ingin menyelesaikan urusan DI dan UA dalam pandangan Aku..

Dduuuhhh… apa Aku yang terlalu sensitif dan berlebihan menanggapi ini ya, Qi..

Entahlah..

Aku hanya belum bisa menerima keadaan ini dengan baik..

Jika besok sudah tenang dan merasa lebih baik hatinya.. Aku akan mengirimi mu surat yang lain..

Jujur, aku ingin menghabiskan malam ini dengan mu.. tapi tidak! Aku akan melupakan niat itu..

Selamat menyesapi nikmatnya malam, Sahabat..

Yang menghormati mu,

BS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s