Surat 1..

Teruntuk :

Sahabat ku, RiyuQi Hino.

 

Daarul Ihsan,

Ini surat kedua setelah cerita yang ku kirim semalam, benarkan sahabat?!

Ini tentang kejadian hari ini. Hujan. Sepi, diasrama yang tersisa hanya aku.  Sebagian teman kuliah, sebagian lagi dengan kegiatan entah apa itu. Lalu aku?! Aku tidak punya kegiatan yang mengharuskan aku keluar asrama. Setiap hari dari senin sampai rabu, Aku tinggal sendiri diasrama. Paling membunuh siang dengan membaca buku dan membuat tulisan. Selain menunaikan hak-hak Allah tentunya.

Sendiri. Engkau pasti tidak setuju bukan?! Aku tebak, engkau akan berkata: “kita tidak pernah sendiri, Aku.. ada Allah bersama kita.. yang mengawasi, melihat dan tidak ada yang luput sedikit pun dari Nya..”

Tentu, kawan.. Aku mengerti itu. Ini bukanlah semata tentang yang Aku tebak dari pikiran mu. Aku hanya bosan sendiri secara jasad. Terkadang juga tidak menyenangkan terus berkencan dengan buku. Atau bercerita dengan laptop. Mereka tidak seperti manusia. Meskipun toh Aku tidak menyukai banyak manusia dalam lingkaran hidup Aku.

*termasuk Aku belajar menyukai persahabatan dengan mu…  ini adalah salah satu cara Aku untuk membunuh rasa “sendiri”..

Mungkin Aku bukan orang yang menyenangkan untuk bisa menjadi sahabat seseorang. Kata orang yang pernah kenal dengan Aku, Aku itu terlalu rumit untuk dimengerti. Apa memang demikian?! Entahlah..

Aku terlalu biasa untuk dimengerti.

Aku tidak suka sendirian, merasa kosong. Bahkan dulu sering terpikir untuk bunuh diri. Gila bukan?! Yaaa.. itulah Aku!! Tidak semua orang tau apa yang Aku lakukan diluar topeng keceriaan dan kekonyolan Aku dihadapan mereka.

Bahwa Aku yang melankolis, bahwa Aku yang cengeng, Aku yang mudah putus asa.. tidak ada yang mengenali itu dari ku, kawan.. dan itu membuat Aku sedih. Apa itu artinya bahwa tidak ada orang yang peduli dengan Aku?!! T_T

Ini adalah ke sekian kalinya Aku berurusan dengan psikiater.. “dunia kaca” yang mengikat Aku sejauh ini dengan para pengobat jiwa itu!! Kadang Aku bertanya…apa jiwa Aku sakit?!! Ayoolah.. Aku sendiri tidak ingin mendengar jawaban itu!!

Masa lalu.. trauma dan kesedihan adalah alasan kenapa Aku tidak bisa terbuka dengan orang, begitu para pengobat jiwa itu bilang!! Istilah lain adalah Mutisme elektif…

Heeehhh.. untuk anak kampung yang menyedihkan seperti Aku, penyakit itu teralu keren namanya!! Tapi itulah diagnosis. Aku tidak akan pernah bicara meskipun dipaksa.. dan Aku akan berbicara dengan senang hati, ketika Aku begitu saja menemukan kemungkinan, bahwa ini adalah “rumah pohon” Aku!!

Boleh sedikit jujur?!! Awalnya, Aku tidak begitu suka dengan mu, sahabat.. sampai om heru *pengobat jiwa Aku.. bilang “mengubah benci menjadi kasih itu menyenangkan, cobalah sekali-kali.. memaafkan orang lain..dan terutama memaafkan diri sendiri adalah hal yang luar biasa!! Terapi yang bagus untuk kembali mengasah kepekaan Aku”.. Aku terdiam!

Orang bilang, jauh dari kepekaan Aku, sudah terkubur. Aku susah untuk menguraikan perasaan Aku..apakah ini sedih?! Apakah ini senang?! Apakah ini benci?! Apakah ni cinta?!.. yang ada hanya kosong!!

Aku tidak membenci mu.. engkau pun tidak pernah berbuat salah pada Aku. Lalu kenapa aku memilih mu untuk menjadi rumah pohon?!!

J engkau percaya takdir?!! Aku yakin iya!! Dan jika aku sebut bahwa kepercayaan ku untuk menjadikan mu rumah pohon ku adalah takdir, apa engkau percaya?!! J jawaban ada dikeyakinan mu.. bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi, terjalin dan terpisah, kecuali telah tertulis dalam kitab perjalanan manusia dari Allah. Maka Aku mempercayai bahwa ini adalah takdir! J

Sudahlaaahh..engkau tidak perlu khawatir dengan surat Aku yang kali ini. Semakin tidak jelas. Aku hanya ingin berbagi, dan didengarkan sesekali.

Di rumah, Aku punya gua sendiri..dimana tidak satu orang rumah pun yang diijinkan untuk masuk. Disana Aku membeberkan semua yang terjadi, tanpa canggung. Sendirian. Meskipun sebenarnya dimana pun berada, Aku sangat jelas menutup akses orang untuk mengetahui siapa Aku sebenarnya.

Entah apa yang telah hilang dari diri Aku. Aku sendiri tidak tau.

Aku hanya ingin normal. Tidak disleksia. Tidak mutisme elektif. Tidak memiliki itu. Bisa menghafal al quran. Bisa lancar membaca. Bisa menghafal huruf. Bisa berhitung. Bisa hidup di dunia nyata lebih lama. Dan tidak terbias antara halusinasi dan kenyataan.

Abi Aku bilang, Aku adalah orang gagal. Gagal mengenali diri sendiri.

Bang Bq’anees bilang, Aku itu terlalu takut untuk membuka diri dengan orang, sehingga terkesan tertutup dan sangat hati-hati dalam berteman. Bahkan memilih untuk tidak memilikinya.

Apakah benar yang mereka katakan?!! *bagaimana menurut mu?!

Seharusnya engkau tidak setuju, karena toh buktinya aku berusaha mengajak seseorang untuk menjadi sahabat.. *ya.. tentu itu diri mu.. meskipun permintaan ku untuk menjadi sahabat mungkin cukup aneh.. kenapa tidak memilih akhwat saja?!

Aku punya alasan kenapa tidak memilih akhwat sebagai sahabat. Aku tidak nyaman dengan akhwat. Mereka terlalu rame. Mereka terlalu banyak bicara. Mereka selalu ingin menasehati, walau pun mereka tidak faham apa yang Aku hadapi. Mereka terlalu sok naif dan sok peduli, padahal mereka tidak ingin melakukan itu. Dan mereka terkadang berbalik malah sering ketergantungan dengan ku. Mereka sangat sensitif. Mereka terlalu sama seperti ku. Dan aku tidak suka itu.

Aku benci persaingan. Dan kadang saat bersahabat dengan akhwat, aroma itu melekat kuat. Bahkan mereka bisa menjadi penusuk dari belakang. Aaahh.. entahlah itu hanya pengalaman ku saja yang pernah dekat dengan akhwat. Mungkin tidak semua akhwat demikian.

Maka aku pun lebih nyaman bersahabat dengan ikhwan. Mereka lebih rasional. Mampu menahan diri untuk tidak menasehati saat memang hal tersebut tidak perlu untuk jadi bahan nasehat. Mereka tidak cerewet. Mereka lebih tidak peduli, dan sok ingin dianggap care. Mereka berbicara seperlunya. Mereka juga lebih banyak yang tidak menggunakan “perasaan’ saat bertindak dan berbicara. Menyenangkan bisa berbicara visi, misi, sepak bola, politik bahkan ilmu pengetahuan dengan ikhwan dari pada dengan akhwat yang tidak jarang masih berbicara tentang belanja baju di pasar atau mall *dan aku tidak suka itu* juga tentang diskon.

Aku heran, sama seperti herannya aku pada diri ku sendiri. Kenapa wanita seperti itu ya?!

 

Hari ini pun. Aku menelephone beberapa orang… Ibu ku, kakak ku dan Dia..

Aku kecewa.

Telephone rumah, gak diangkat. Mungkin ibu ku sedang di luar, dan tidak terdengar. Entahlah.

Kakak ku, sedang sibuk dengan anaknya. Dia bilang, sore aja telephone lagi, teteh sedang sibuk. Entahlah.. aku sedang ingin ditemani saat ini, bukan sore nanti.

Dia, saat di telephone pagi, dia bilang.. bentar abang lagi dijalan.. kalo dah nyampe kantor tar di telephone. Sampai jam 7.30..dia tidak menelephone. Aku telephone balik. Dia bilang, bentar abang sedang sarapan, td di rumah gak keburu. Aku tutup lagi. Selang setengah jam, aku telephone lagi. Dan dia bilang, bentar abang lagi sibuk banget.. tar abang telephone kalo dah gak sibuk ya..

Hmmmmm.. semua orang sibuk. Semua orang punya banyak agenda dan kegiatan.. *aku yakin engkau pun pasti sedang sibuk..*

Aku sedih. Aku ingin nangis. Aku ingin sebentar saja waktu orang-orang yang ku inginkan ada, mereka mau mendengarkan cerita ku. Atau hanya untuk mendengar, bahwa aku kesepian. T_T

………………………………………………………………………………………

Keluarga, hanya mencukupi kebutuhan financial Aku. Dia akan mengirim berapa pun yang Aku butuhkan. Asal Aku jangan merengek meminta waktu dia untuk sekedar menemani Aku.

Aku sangat sedih, bahkan menangis..ketika pertama kali Aku melamar kerja.. saat wawancara orang lain banyak yang diantar dan dijemput  oleh keluarganya, bahkan teh nita, ditungguin sampai selesai jam 8 malam. Lalu Aku?!! Saat Aku minta dijemput pulang, Ayah ku bilang.. Dia belum selesai kerja..jadi jemputnya pasti telat.. Aku disuruh ikut dulu ama teh nita, nanti turun di jalan arah ke rumah, dan menununggu ayah disana sampai pulang!! T_T

 

Nah lho.. kok Aku jadi cerita hal itu ya?!! Hehehehe.. lupakan saja lah.. Aku juga sudah tidak mau berharap tentang semua itu lagi dari mereka.😀

Aku menulis ini dari jam sembilan..sekarang udah tinggal nunggu waktu shalat dzuhur.  Lama banget ya?! Abiiisss susah juga kalo nulis sering salah huruf atau salah ejaan..😀

Setelah dzuhur, Aku akan keluar asrama. Mau bayar utang ma temen, ke kantor pos *rencana pengen beli prangko atau juga mungkin beberapa amplop.. aku suka mengkoleksi amplop, kertas surat unik, ato perangko, trus kalo tidak cape.. aku ingin nyari tukang sepeda murahan!! Serasa pengen punya sepeda.. saat malas, sepertinya menyenangkan kalo bisa main sepeda!! J

Mudah2an sebelum asar sudah bisa kembali ke asrama. Biar bisa menetralkan kembali kondisi badan. Aku gak bisa terlalu cape..mungkin karena kebiasaan jarang gerak ato kerja, jadi ja cape dikit, sakit! J memalukan ya..

 

Baiklah, kawan..

Aku akan menunaikan shalat..

 

Aku akan menemui mu besok dengan cerita yang lain, insyallah..

J

 

Yang menghormati mu,

BS

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s